1 September 2025 | Kegiatan Statistik Lainnya
Siaran Pers
Nomor : B-441/16000/HM.240/2025
Kinerja Positif Neraca Perdagangan Sumatera Selatan
Palembang (1/9) - Ekspor Sumatera Selatan sepanjang Januari–Juli 2025 tercatat sebesar US$3,7 miliar, atau naik 3,66 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Ekspor tersebut didominasi oleh komoditas nonmigas senilai US$3,47 miliar (93,95 persen), sedangkan sisanya migas sebesar US$223,77 juta (6,05 persen). Ekspor migas turun 20,54 persen, sedangkan ekspor nonmigas meningkat 5,73 persen.
Peningkatan ekspor nonmigas terutama didorong oleh sektor industri pengolahan yang naik 16,27 persen dan sektor pertanian yang melonjak 102,33 persen. Komoditas dengan kontribusi terbesar dalam peningkatan nilai ekspor Sumatera Selatan Januari-Juli 2025 adalah karet dan barang dari karet (naik 31,98 persen) serta pulp dari kayu (naik 8,56 persen) dibandingkan periode yang sama tahun 2024.
Tiga negara tujuan utama ekspor Sumatera Selatan pada Januari–Juli 2025 adalah Tiongkok, India, dan Vietnam. Tiongkok masih menjadi pasar terbesar ekspor Sumatera Selatan dengan nilai US$1,41 miliar atau sebesar 38,09 persen dari total ekspor, dengan komoditas utama berupa pulp dari kayu, batu bara dan lignit, serta karet dan barang dari karet.
Dari sisi impor, sepanjang Januari–Juli 2025 nilai impor Sumatera Selatan mencapai US$610,50 juta, turun 54,67 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Impor didominasi komoditas nonmigas senilai US$604,58 juta (99,03 persen), sementara sisanya komoditas migas sebesar US$5,92 juta (0,97 persen). Impor migas turun 55,64 persen, dan impor nonmigas turun 54,66 persen.
Berdasarkan penggunaannya, penurunan impor terjadi pada semua golongan penggunaan, yaitu barang konsumsi (turun 83,06 persen), barang modal (turun 60,18 persen), dan bahan baku/penolong (turun 41,75 persen). Komoditas yang paling berkontribusi terhadap penurunan impor nonmigas Sumatera Selatan periode Januari-Juli 2025 adalah mesin dan peralatan (turun 63,44 persen).
Tiga negara asal impor utama Sumatera Selatan adalah Tiongkok, Vietnam, dan Malaysia. Tiongkok masih menjadi yang terbesar dan menyumbang US$336,64 juta (55,14 persen dari total impor Sumatera Selatan) dengan komoditas utama berupa mesin dan peralatan mekanis, mesin dan perlengkapan elektris, serta kendaraan dan aksesorinya.
Dengan demikian, neraca perdagangan barang Sumatera Selatan periode Januari–Juli 2025 mencatat surplus US$3,08 miliar, terdiri dari surplus komoditas migas sebesar US$217,85 juta dan surplus komoditas nonmigas sebesar US$2,87 miliar.
Terjadi deflasi pada bulan Agustus 2025
BPS Provinsi Sumatera Selatan mencatat terjadi deflasi sebesar 0,04 persen (m-to-m) pada Agustus 2025. “Indeks Harga Konsumen (IHK) turun dari 109,17 pada Juli 2025 menjadi 109,13 pada Agustus 2025,” jelas Kepala BPS Provinsi Sumatera Selatan, Wahyu Yulianto.
Kondisi ini berbeda dengan Agustus 2024 yang mencatat deflasi 0,19 persen. Secara tahunan (y-o-y) terjadi inflasi sebesar 3,04 persen, dan secara tahun kalender (y-to-d) tercatat inflasi sebesar 1,98 persen.
Kelompok pengeluaran penyumbang deflasi bulanan terbesar adalah makanan, minuman, dan tembakau yang mengalami deflasi 0,24 persen dengan andil 0,08 persen. Komoditas yang berperan adalah daging ayam ras, tomat, cabai rawit, dan beras. Kelompok transportasi juga mengalami deflasi 0,23 persen (andil 0,04 persen), terutama pada tarif angkutan udara. Sebaliknya, kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya mencatat inflasi tertinggi 0,44 persen (andil 0,04 persen), terutama dipengaruhi harga emas perhiasan.
Secara tahunan, kelompok pengeluaran penyumbang inflasi tertinggi adalah perawatan pribadi dan jasa lainnya yaitu sebesar 14,10 persen (andil 1,06 persen) dengan komoditas utama emas perhiasan. Kelompok makanan, minuman, dan tembakau mencatat inflasi 5,13 persen (andil 1,54 persen), dengan komoditas utama bawang merah, beras, dan tomat. Kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami inflasi 1,19 persen dengan andil 0,17 persen, terutama pada komoditas bahan bakar rumah tangga.
Menurut wilayah kabupaten/kota inflasi di Sumatera Selatan, Kabupaten Ogan Komering Ilir dan Kota Palembang mengalami deflasi masing-masing 0,11 persen dan 0,07 persen. Sementara itu, Kabupaten Muara Enim dan Kota Lubuk Linggau mencatat inflasi masing-masing 0,22 persen dan 0,07 persen.
Nilai Tukar Petani (NTP) Meningkat
Nilai Tukar Petani (NTP) Sumatera Selatan pada Agustus 2025 mencapai 122,19, naik 1,40 persen dibandingkan Juli 2025. “Peningkatan ini terjadi karena indeks harga yang diterima petani (It) mengalami kenaikan lebih cepat, yaitu 1,59 persen, dibandingkan indeks harga yang dibayar petani (Ib) yang hanya naik 0,18 persen,” jelas Wahyu.
Kenaikan NTP Agustus 2025 didorong oleh subsektor tanaman pangan (naik 1,03 persen), hortikultura (1,29 persen), dan perkebunan (1,59 persen), dimana komoditas pendorong kenaikannya adalah harga gabah, jagung, karet,kopi, dan kelapa sawit.
Pada Agustus 2025, Indeks Konsumsi Rumah Tangga (IKRT) Sumatera Selatan juga naik 0,23 persen, dari 128,23 menjadi 128,52. Sementara itu, Nilai Tukar Usaha Rumah Tangga Pertanian (NTUP) juga meningkat 1,60 persen dari bulan sebelumnya, yaitu dari 124,20 menjadi 126,18.
Perjalanan wisatawan nusantara Meningkat
Jumlah perjalanan wisatawan nusantara (wisnus) ke Sumatera Selatan pada Juli 2025 mencapai 2,23 juta perjalanan, meningkat 70,64 persen dibandingkan Juli 2024 (1,31 juta perjalanan). Dari jumlah perjalanan tersebut, sebanyak 77,02 persen (1,72 juta perjalanan) merupakan perjalanan antar kabupaten/kota dalam provinsi (intra), sedangkan 22,98 persen (513,46 ribu perjalanan) merupakan perjalanan antarprovinsi (inter).
“Secara kumulatif, sepanjang Januari hingga Juli 2025 jumlah perjalanan wisnus mencapai 15,55 juta perjalanan, naik 57,33 persen dibandingkan periode yang sama tahun 2024,” ungkap Wahyu.
Indikator pariwisata lainnya yang juga baru dirilis adalah kunjungan wisatawan mancanegara (wisman). Sejak April 2024, Bandara SMB II Palembang berubah status dari bandara internasional menjadi domestik. Namun, berdasarkan Keputusan Menteri Perhubungan RI Nomor KM 26 Tahun 2025, bandara ini kembali berstatus internasional sejak April 2025. Penerbangan internasional kembali beroperasi pada Juli 2025 dengan tercatat 204 kunjungan wisman, terutama dari Malaysia (47,06 persen) dan Tiongkok (18,14 persen).
Sementara itu, Tingkat Penghunian Kamar (TPK) hotel berbintang pada Juli 2025 tercatat sebesar 48,54 persen, angka tersebut turun 3,76 poin dibandingkan Juli 2024 yang tercatat sebesar 52,30 persen.
Jumlah penumpang transportasi meningkat
Jumlah penumpang moda transportasi di Sumatera Selatan pada Juli 2025 menunjukkan peningkatan pada moda transportasi udara, laut, dan LRT, namun kereta api justru mengalami penurunan. Kondisi ini dipengaruhi oleh masa libur sekolah, pembukaan rute baru penerbangan Palembang – Kuala Lumpur, kepulangan jamaah haji kloter terakhir, serta dimulainya kembali kegiatan umrah tahun 1447 H.
Jumlah penumpang yang datang dan berangkat menggunakan moda transportasi udara di bulan Juli 2025 mengalami peningkatan 6,12% secara m-to-m, sedangkan secara kumulatif sepanjang Januari-Juli 2025 turun 2,22% dibandingkan periode yang sama tahun 2024. Moda transportasi laut mengalami peningkatan secara m-t-m sebesar 24,85% atau secara kumulatif meningkat 6,59%. Sedangkan penumpang LRT pada Juli 2025 jumlahnya juga mengalami kenaikan 1,47% secara m-t-m atau secara kumulatif sebesar 9,53%.
Sebaliknya jumlah penumpang pada moda angkutan kereta api bulan Juli 2025 turun 5,70% secara m-t-m namun masih tercatat naik secara kumulatif jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya sebesar 7,57%.
Selanjutnya perkembangan jumlah aktivitas bongkar muat barang dalam dan luar negeri pada moda transportasi angkutan laut menunjukkan peningkatan secara m-to-m sebesar 32,85% atau sebesar 8,91% jika dibandingkan dengan kondisi pada Juli 2024 (y-o-y). Untuk muat barang, volumenya mengalami kenaikan sebesar 31,43 persen (m-to-m) atau 37,80 persen (y-o-y). Sementara volume bongkar barang meningkat sebesar 35,11 persen (m-to-m) namun tercatat turun 17,78 persen secara y-o-y.
Narahubung Media
Nugraha Pukuh
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan

Badan Pusat Statistik
Badan Pusat Statistik Provinsi Sumatera Selatan
Jl. Kapten Anwar Sastro No 1694 Palembang; Sumatera Selatan 30129
Telp (0711) 351665; 318456; Email : [email protected].
Tentang Kami
Sumber dari Kementerian Komunikasi dan Digital
Hak Cipta © 2023 Badan Pusat Statistik